Hubungi Kami Disini

+62 8226 0194 473

Edit Content

OFFICE :

Noble House, 10th floor, Unit 6A, 

Jl.Dr.Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 4.2 No.2

Phone : 021-89907636 ext.150

Mobile : 082260194473

Email : dimas.napitupulu@ironmountain.com

Web : www.ironmountain.com & www.mmi.co.id

Edit Content

OFFICE :

Noble House, 10th floor, Unit 6A, 

Jl.Dr.Ide Anak Agung Gde Agung Kav.E 4.2 No.2

Phone : 021-89907636 ext.150

Mobile : 082260194473

Email : dimas.napitupulu@ironmountain.com

Web : www.ironmountain.com & www.mmi.co.id

Apa Itu Arsip Aktif dan Arsip Inaktif? Panduan Lengkap Pengelolaan Arsip

arsip aktif dan inaktif

Dalam dunia administrasi, arsip memiliki peran yang sangat penting. Tanpa pengelolaan arsip yang baik, sebuah organisasi atau perusahaan akan kesulitan menemukan dokumen yang di perlukan. Salah satu aspek penting dalam manajemen arsip adalah membedakan arsip aktif dan arsip inaktif. Kedua jenis arsip ini sama-sama penting, namun cara penyimpanan dan penggunaannya berbeda.

Artikel ini akan membahas secara lengkap tentang apa itu arsip aktif dan arsip inaktif, perbedaannya, hingga cara mengelolanya agar lebih efisien.


Mengapa Arsip Penting?

Sebelum masuk ke pembahasan inti, penting untuk memahami alasan arsip memiliki nilai strategis. Arsip bukan hanya sekadar tumpukan kertas atau file digital. Lebih dari itu, arsip adalah sumber informasi, bukti hukum, dan memori organisasi.

Beberapa alasan mengapa arsip penting, antara lain:

  1. Sebagai bukti – Arsip menjadi dasar pembuktian jika terjadi masalah hukum atau administrasi.
  2. Sebagai referensi – Dokumen lama sering dijadikan rujukan untuk mengambil keputusan di masa depan.
  3. Sebagai kontrol – Arsip membantu perusahaan atau instansi memantau kegiatan yang sudah dilakukan.
  4. Sebagai memori organisasi – Arsip merekam jejak perjalanan organisasi dari waktu ke waktu.

Setelah memahami pentingnya arsip, mari kita bahas lebih detail mengenai arsip aktif dan inaktif.


Apa Itu Arsip Aktif?

Arsip aktif adalah arsip yang masih sering di gunakan dalam kegiatan sehari-hari. Dokumen ini biasanya di butuhkan secara rutin untuk mendukung pekerjaan yang sedang berjalan.

Contoh arsip aktif antara lain:

  • Surat masuk dan keluar yang masih relevan.
  • Kontrak kerja yang masih berlaku.
  • Dokumen keuangan tahun berjalan.
  • Laporan kegiatan yang masih di gunakan sebagai acuan.

Arsip aktif biasanya disimpan di ruang kerja atau sistem manajemen dokumen yang mudah di akses. Tujuannya agar pengguna dapat menemukan dokumen dengan cepat setiap kali dibutuhkan.

Ciri-ciri Arsip Aktif

  1. Frekuensi penggunaannya tinggi.
  2. Dibutuhkan secara rutin oleh pegawai atau pimpinan.
  3. Umumnya berusia kurang dari dua tahun.
  4. Disimpan di tempat yang mudah dijangkau.

Dengan kata lain, arsip aktif adalah dokumen yang masih “hidup” dan terus mendukung jalannya aktivitas organisasi.


Apa Itu Arsip Inaktif?

Berbeda dengan arsip aktif, arsip inaktif adalah arsip yang sudah jarang di gunakan. Dokumen ini biasanya tidak lagi di pakai dalam kegiatan sehari-hari, namun tetap disimpan karena memiliki nilai historis, hukum, atau administratif.

Contoh arsip inaktif antara lain:

  • Dokumen kontrak kerja yang sudah berakhir.
  • Laporan keuangan tahun-tahun sebelumnya.
  • Surat keputusan lama yang sudah di ganti dengan peraturan baru.
  • Dokumen proyek yang sudah selesai.

Arsip inaktif biasanya di pindahkan dari ruang kerja ke ruang penyimpanan khusus, seperti gudang arsip atau sistem digital yang jarang di akses.

Ciri-ciri Arsip Inaktif

  1. Frekuensi penggunaannya rendah.
  2. Tidak lagi di pakai dalam aktivitas sehari-hari.
  3. Umumnya berusia lebih dari dua tahun.
  4. Tetap di simpan untuk kepentingan hukum, sejarah, atau penelitian.

Dengan kata lain, arsip inaktif adalah dokumen yang sudah “tidur” namun masih memiliki nilai dan tidak boleh di hapus begitu saja.


Perbedaan Arsip Aktif dan Arsip Inaktif

Untuk mempermudah pemahaman, berikut adalah perbedaan mendasar antara arsip aktif dan arsip inaktif:

AspekArsip AktifArsip Inaktif
PenggunaanMasih sering digunakanJarang digunakan
Lokasi penyimpananDekat dengan pengguna, mudah dijangkauRuang arsip khusus, gudang, atau sistem digital
Usia dokumenUmumnya < 2 tahunUmumnya > 2 tahun
AksesibilitasCepat dan langsungLebih terbatas
ContohDokumen keuangan tahun berjalanDokumen keuangan tahun sebelumnya

Dengan memahami perbedaan ini, sebuah organisasi dapat menentukan strategi penyimpanan yang tepat.


Pentingnya Mengelola Arsip Aktif dan Inaktif

Mengelola arsip bukan sekadar menyimpan dokumen. Jika di lakukan dengan benar, manajemen arsip dapat memberikan banyak manfaat, seperti:

  1. Efisiensi kerja – Dokumen yang di butuhkan mudah di temukan.
  2. Penghematan ruang – Arsip inaktif di pindahkan ke tempat khusus sehingga ruang kerja tetap rapi.
  3. Kepatuhan hukum – Beberapa arsip wajib di simpan dalam jangka waktu tertentu sesuai regulasi.
  4. Nilai sejarah – Arsip inaktif dapat menjadi sumber informasi untuk penelitian di masa depan.

Tanpa pengelolaan yang baik, arsip bisa menumpuk dan menghambat aktivitas organisasi.


Cara Mengelola Arsip Aktif

Mengelola arsip aktif membutuhkan strategi agar dokumen selalu siap di gunakan. Beberapa cara yang bisa di terapkan:

  1. Gunakan sistem klasifikasi – Pisahkan arsip berdasarkan kategori, misalnya keuangan, administrasi, atau personalia.
  2. Simpan di tempat yang mudah di akses – Pastikan lokasi penyimpanan dekat dengan pengguna.
  3. Gunakan teknologi digital – Simpan arsip dalam bentuk file digital untuk mempercepat pencarian.
  4. Lakukan pemeliharaan rutin – Periksa kondisi fisik dokumen agar tetap rapi dan tidak rusak.

Dengan cara ini, arsip aktif akan selalu dalam kondisi siap pakai.


Cara Mengelola Arsip Inaktif

Arsip inaktif meskipun jarang di gunakan tetap harus di kelola dengan baik. Berikut adalah langkah-langkah yang dapat di lakukan:

  1. Seleksi arsip – Tentukan dokumen mana yang masih memiliki nilai guna dan mana yang bisa di musnahkan.
  2. Gunakan ruang penyimpanan khusus – Simpan arsip inaktif di gudang arsip yang aman dari kerusakan.
  3. Alih media ke digital – Arsip inaktif bisa di pindai menjadi file digital untuk menghemat ruang.
  4. Ikuti jadwal retensi arsip – Beberapa dokumen hanya wajib di simpan dalam jangka waktu tertentu, setelah itu dapat di musnahkan.

Dengan pengelolaan yang tepat, arsip inaktif tidak akan menjadi beban, melainkan sumber informasi berharga.


Transformasi Digital dalam Pengelolaan Arsip

Di era modern, banyak organisasi beralih ke sistem digital untuk mengelola arsip aktif maupun inaktif. Sistem ini memungkinkan pencarian lebih cepat, penyimpanan lebih hemat ruang, dan keamanan lebih terjamin.

Manfaat digitalisasi arsip antara lain:

  • Mengurangi risiko kerusakan fisik.
  • Memudahkan akses jarak jauh.
  • Mempercepat proses pencarian dokumen.
  • Meningkatkan efisiensi penyimpanan.

Meski begitu, penting untuk tetap menyimpan dokumen fisik yang memiliki nilai hukum tertentu, karena beberapa dokumen asli tetap di butuhkan sebagai bukti sah.


Kesimpulan

Arsip aktif dan arsip inaktif memiliki fungsi yang berbeda namun sama-sama penting. Arsip aktif mendukung aktivitas sehari-hari, sedangkan arsip inaktif menjadi memori jangka panjang organisasi.

Dengan pengelolaan yang baik, baik secara manual maupun digital, organisasi dapat memperoleh manfaat besar dari arsip yang di milikinya. Oleh karena itu, membedakan arsip aktif dan inaktif, serta mengelolanya secara tepat, merupakan langkah penting dalam menciptakan tata kelola informasi yang efektif dan efisien.

Facebook
WhatsApp
Twitter
LinkedIn
Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Our Business Development Executive
layanan kearsipan
Dimas Napitupulu

Kami memberikan excellent Service sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda dalam memberikan solusi record & document management